Bambusa blumeana, juga dikenal sebagai Bambu Berduri, adalah bambu rumpun tropis asli Indonesia dan Malaysia. Rebung dari spesies bambu ini dapat dimakan dan dikonsumsi sebagai sayuran. Bambusa blumeana merupakan bambu berduri dengan batang berwarna hijau agak melengkung setinggi 15-25 m. Ruasnya memiliki panjang 25-35 cm, diameter 8-15 cm, dan tebal dinding rata-rata 2-3 cm. Pada bagian pangkal batang, ketebalan dindingnya sebagian besar padat. Buku batang bawah menunjukkan lingkaran akar udara, dengan cincin abu-abu atau coklat di bawah dan di atas bekas luka pelepah. Percabangannya biasa muncul dari tengah batang hingga ke atas, dan memiliki beberapa hingga banyak cabang yang bergerombol dengan 1-3 cabang dominan yang lebih besar dan lebih panjang serta tebal. Cabang-cabang dari buku bawah berbentuk solitaire dan terjalin erat dengan duri yang kuat, tajam, dan melengkung. Daun berbentuk tombak dengan panjang rata-rata 10-20 cm dan lebar 12-25 mm. Percabangannya biasa muncul dari tengah batang hingga ke atas, dan memiliki beberapa hingga banyak cabang yang bergerombol dengan 1-3 cabang dominan yang lebih besar dan lebih panjang serta tebal. Cabang-cabang dari buku bawah berbentuk solitaire dan terjalin erat dengan duri yang kuat, tajam, dan melengkung. Daun berbentuk tombak dengan panjang rata-rata 10-20 cm dan lebar 12-25 mm.
Bambu sebagai elemen kunci dalam desain lanskap modern karena kombinasi uniknya antara keindahan visual, keberlanjutan, dan manfaat fungsional, dengan tekstur vertikal yang dinamis, ideal, sangat berharga dalam konteks bioengineering dan penanganan lahan dalam pengendalian erosi dan stabilisasi tanah.
