Dalam industri pertambangan dan konstruksi sipil, tantangan terbesar setelah pembukaan lahan adalah mengembalikan vegetasi dan mencegah erosi pada lereng terjal. Penggunaan Mulsa dalam metode hydroseeding telah terbukti menjadi kunci keberhasilan reklamasi lahan yang efisien dan berkelanjutan.
Karakter Mulsa sebagai berikut :
- Terbuat dari recycle bahan dasar kertas dengan selulose panjang
- Mampu mengikat air > 40
- Bebas benih rumput, sehingga tanpa perlu proses penyiangan
- Kandungan debu rendah
- Meningkatkan kontak benih-tanah
- Cepat larut dalam air
- Mempercepat perkecambahan benih
- Sesuai untuk hydroseeding dan media tanam
Investasi pada mulsa berkualitas seperti IndoMulch adalah langkah cerdas untuk memastikan proyek reklamasi Anda berjalan sesuai jadwal dengan hasil hijau yang sempurna. Penggunaan material yang tepat tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga melindungi infrastruktur bernilai tinggi dari risiko kerusakan akibat erosi. Untuk pemesanan mulsa secara terpisah juga bisa kami layani dengan berbagai ukuran. Silahkan download brosur dibawah ini.
Sifat Fisik
Kandungan air : 12%+-3
Kapasitas pengikatan air : 750%MIN
Kandungan wood fiber : 18%MIN
Kandungan kertas : 70%MIN
Ukuran Penggunaan
Modest to 4 to 1 slope : 1500 LBS/ACRE
3 to 1 slope : 2000 LBS/ACRE
3:1 to 2:1 slope : 2500 LBS/ACRE
Mulsa untuk Hydroseeding
- Mulsa adalah serbuk media tanam dari bahan selulosa
- Menghemat waktu loading dan memudahkan pencampuran dengan bibit tanaman
- Mulsa tinggal dimasukkan ke dalam bukaan tangki hydroseeding dan mampu meningkatkan ikatan mekanis dengan bahan hydroseeding lainnya
- Hasil semprotan mulsa berwarna hijau untuk memudahkan pengukuran area yang direvegetasi
Aturan Pemakaian
Isi separuh volume hydroseeder dengan air, tambahkan mulsa, biji sesuai dosis dan pupuk serta adiktif pelengket seperlunya sambil menggerakan agitator. Tambahkan air hingga batas takaran dan lakukan penyemprotan dengan jet spray
Proses Produksi Mulsa

