Rumah Tahan Gempa

Pasca-Tsunami Banten (foto: Air Susi)

Masih membekas tragedi bencana alam selama tahun 2018 kemarin dibenak kita, gempa di Lombok pada bulan Juli dan Agustus 2018 mengakibatkan 149.715 rumah rusak, tsunami di Palu dan Sigi serta tsunami di Banten telah merenggut kerugian material yang tidak sedikit selain jatuhnya korban jiwa. Indonesia adalah negara yang terletak dipertemuan lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Selain itu juga Indonesia termasuk dalam cincin api pasifik, yang tidak lain gugusan gunung berapi di dunia. Hal ini yang kemudian menjadi penyebab kenapa di Indonesia sering sekali terjadi gempa bumi, baik vulkanik maupun tektonik.

Dengan seiring berkembangnya teknologi, solusi untuk meminimalisir dan tindakan preventif atas fakta tersebut adalah pengembangan rumah tahan gempa sebagaimana yang telah dimulai dan diimplementasikan di negara Jepang. Jika kita cermati, kebanyakan rumah-rumah lama di Jepang terbuat dari kayu. Hal ini bukan hanya karena kesederhanaan akan tetapi juga mengurangi resiko fatal akibat gempa bumi.

Indonesia harus belajar dari pengalaman, namun karena bahan kayu butuh waktu dan terbatas maka kami menawarkan mekanisme struktur panel rumah tahan gempa dengan bahan beton yang mengadopsi prinsip yang sama. Rumah tahan gempa memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

  • Kualitas Tanah
  • Perencanaan Denah: Simetris dan Sederhana.
  • Konstruksi Khusus Rumah Tahan Gempa.
  • Pondasi yang Digunakan.
  • Pemilihan Beton.
  • Beton Bertulang.
  • Beban Material yang Minimal.
  • Setiap Komponen dalam Rumah Tahan Gempa harus Terikat.

Untuk penjelasan lebih lanjut dan pemesanan silahkan hubungi kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *